Spiga

BERPUASA, BER'IDUL FITRI DAN IDUL ADHA BERSAMA PEMERINTAH, BUKAN BERSAMA ORGANISASI TERTENTU

Oleh : Ustadz Mubarak Bamuallim

(Dosen Mahad Ali bin Abi ThalibMahad Ali Al-Irsyad As-Salafi Surabaya)

Perlu diketahui oleh segenap kaum muslimin; sejak zaman Rasulullah shallallahualaihi wasallam, Khulafaur Rasyidin; Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali radhiyallahu anhum serta penguasa-penguasa kaum muslimin lainnya bahwa idul fitri(1) selalu ditetapkan oleh para Waliyyul Amr (penguasa kaum muslimin). Mengapa demikian? karena Idul fitri-- demikian pula puasa Ramadhan dan 'Idul Adha-- adalah ibadah yang bersifat kolektif bersama seluruh kaum muslimin. Nabi shallallahualaihi wasallam bersabda :

"Puasa itu pada hari (ketika) kalian semua berpuasa, Idul fitri pada hari ketika kalian semua beridulfitri dan Idul Adha ketika kalian semua beriduladha" (Hadits Riwayat Tirmidzi dalam "Sunannya no : 633 dan dishahihkan oleh al-Albani dalam "Silsilah ash-shahihah no : 224).

Aisyah radhiyallahu anha berkata :

"Hari Raya Kurban ketika manusia berkorban dan hari Idul Fitri ketika manusia beridulfitri".

Demikian pula sejak zaman Nabi shallallahualaihi wasallam sampai hari ini seluruh Negara muslim menetapkan permulaan puasa Ramadhan, Idul Fitri dan Idul Adha berdasarkan hilal, kecuali salah satu organisasi di negeri kita yang katanya; mengajak umat kepada al-Qur'an dan as-Sunnah tetapi dalam masalah ini meleset dari ajaran keduanya, hanya kepada Allah kita mengadu.

Setelah membawakan hadits di atas, Imam Tirmidzi berkata :

"Sebagian ulama mentafsirkan hadits ini dengan mengatakan, makna hadits ini bahwasanya puasa dan Idul Fitri dilaksanakan bersama jama'ah dan mayoritas umat Islam".

Ash-Shan'ani berkata :

"(Dalam) hadits ini terdapat dalil bahwasanya ketetapan Id akan dianggap, jika sesuai dengan seluruh kaum muslimin dan bahwasanya seorang yang secara sendirian mengetahui hari Id dengan melihat (hilal), wajib baginya menyesuaikan dengan yang lainnya, dan merupakan kelaziman baginya hukum mereka dalam shalat, berbuka dan berkorban (Subulussalam 2462).

Dalam "Tahdziibus Sunan", Ibnul Qayyim berkata : "Dan dikatakan bahwa dalam hadits ini terdapat bantahan terhadap orang yang berpendapat bahwa seseorang yang mengetahui terbitnya bulan (munculnya hilal) dengan hisab (perhitungan) manaazil qamar, boleh baginya berpuasa dan berbuka sementara yang tidak mengetahui tidak boleh".( Tahdziib as-Sunan 3214).

Dalam "Hasyiyah Ibnu Majah" Abu Hasan as-Sindi berkata setelah menyebut hadits di atas : "Yang tampak dari makna hadits ini bahwasanya hal-hal seperti ini (penentuan awal puasa, Idul Fitri dan Idul Adha) bukan urusan perorangan dan mereka tidak bisa berbuat secara sendirian, akan tetapi urusannya diserahkan kepada penguasapemerintah dan jama'ah kaum muslimin dan wajib bagi perorangan mengikuti pemerintah dan jama'ah kaum muslimin".

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata :

"Sesungguhnya kita mengetahui secara pasti dari ajaran Islam bahwa pelaksanaan hal-hal yang berkaitan dengan hilal seperti puasa, haji, masa 'iddah, ilaa' (bersumpah untuk tidak mengumpuli isteri pada batas waktu tertentu) dan yang lainnya-- pelaksanaan hal-hal tersebut --dengan berita seorang ahli hisab bahwa (hilal) bisa dilihat atau tidak bisa dilihat, tidak boleh.

Nash-nash dari Nabi shallallahualaihi wasallam dalam masalah terkait sangat banyak dan kaum muslimin telah sepakat tentangnya dan tidak pernah diketahui adanya khilaf sama sekali baik dahulu maupun sekarang. Hanya saja, sebagian orang yang belajar fikih yang datang kemudian setelah tiga abad pertama menganggap jika tidak kelihatan hilal, maka boleh bagi ahli hisab untuk mengamalkan hasil hisabnya untuk dirinya sendiri. Jika hisab menunjukan terlihatnya hilal, ia berpuasa dan jika tidak maka tidak boleh.

Pendapat ini, meskipun berkaitan dengan kondisi tertutupnya hilal oleh awan dan husus berlaku bagi ahli hisab, namun pendapat ini syadz (aneh) dan telah didahului oleh ijma' kesepakatan kaum muslimin yang bertolakbelakang dengannya.

Adapun mengikuti hisab dalam kondisi cuaca cerah atau menggantungkan hukum yang bersifat umum dengannya (dengan hisab), maka tidak ada seorang muslimpun yang berpendapat demikian.( 2)

Perlu ditambahkan di sini, bahwa tidak ada dalil baik dari al-Qur'an, hadits Nabi shallallahualaihi wasallam, ijma' ulama muslimin dan petunjuk para salaf yang shaleh dari kalangan Sahabat, Tabi'in dan Tabi' Tabi'in bahwa penentuan awal puasa Ramadhan, idul Fitri dan Idul Adha di tangan pimpinan organisasi.

Semoga tulisan yang sederhana ini dapat membuka hati dan alam pikiran kita untuk lapang mengikuti kebenaran yang berdasarkan pada dalil dan bukan hawa nafsu. Dan semoga kita diberi petunjuk kepada kebenaran, amiin.

Foot Note :
1. Juga penetapan puasa dan idul adha.
2. Majmu' Fatawa Syaikhul Islam Ibn Taimiyyah 25132-133, Kami katakan: kecuali beberapa gelintir pemikir beberapa organisasi Islam di Indonesia, hanya kepada Allah kita mengadu keanehan mereka.

Pesantren Islam Hidayatunnajah BEKASI( dulu namanya Annajah)

MASIH MENERIMA PINDAHAN

PONDOK PESANTREN HIDAYATUNNAJAH

HIDAYATUNNAJAH ISLAMIC BOARDING SCHOOL

PUTRA - PUTRI

SEKRETARIAT

Pesantren Islam Hidayatunnajah

Kertasari Pebayuran bekasi – Jawa Barat – Indonesia

Telp. (021) 89150267, 89150266, 89150467

Fax. (021) 89150267

Contact Person :

  1. Ustadz Abu Islam Imanuddin, Lc (mudir)
  2. Ustadz Sholahuddin, Lc
  3. Ustadz Ali Saman (ketua yayasan)

JENJANG PENDIDIKAN

1. Raudhatul Athfal / TK Islam Terpadu (Non Asrama)

2. SD Islam Terpadu (Asrama dan Non Asrama)

3. Madrasah Tsanawiyah Status Terakreditasi “A” (Asrama)

4. Madrasah Aliyah, Status Terakreditasi “B” (Asrama)

5. I’dad Lughawi /Program Bahasa Arab Terpadu (Asrama)

6. Program Pesantren Sabtu-Ahad (Asrama)

KURIKULUM PENDIDIKAN

n Raudhatul Athfal / TK Islam Terpadu (Non Asrama) 2 tahun

Kurikulum yang digunakan adalah perpaduan kurikulum TK Depag dengan kurikulum inti pesantren seperti ; Target hapal Juz 30 Al-Qur`n, Bahasa Arab & Inggris Dasar, Hapal Do’a-do’a harian, Syahadatain, hapal rukun Islam, rukun Iman, praktek Wudhu dan Sholat.

n SD Islam Terpadu (Asrama dan Non Asrama) 6 tahun

Kurikulum yang digunakan adalah perpaduan kurikulum SD Diknas dengan kurikulum inti pesantren seperti ; target hapal Al-Qur`an 1 juz/tahun, hapal Hadits Arbain Nawawi, Do’a-do’a harian, Memahami syahadatain dengan benar, praktek ibadah.

n Tarbiyatul Mu’allimin/at al-Islamiyah (TMI) 6 tahun, yang meliputi :

1. Madrasah Tsanawiyah Status Terakreditasi “A” (Asrama) 3 tahun

2. Madrasah Aliyah, Status Terakreditasi “B” (Asrama) 3 tahun

Kurikulum yang digunakan adalah perpaduan kurikulum Depag dengan inti pesantren seperti target tahfidz 2 juz/tahun, 100 hadits, do’a-do’a ma’tsur, dan lainnya.

n I’dad Lughawi /Program Bahasa Arab Terpadu (Asrama) 1 tahun

Kurikulum yang dipakai adalah buku ” Silsilah Al-’Arabiyah” yang dikombinasikan Dirosah Islamiyah (Studi Islam) yang diajarkan pada LIPIA.

n Tadrib ad-Du’at (Pelatihan kader da’i) 1 tahun

Kurikulum yang dipakai adalah hasil ramuan dan racikan para du’at sesuai manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, dengan tahfidz 5 Juz Al-Qur’an.

n Program Pesantren Sabtu-Ahad (Asrama) 6 bulan

Kurikulum yang dikemas untuk memberikan kesempatan bagi para siswa yang bersekolah umum (SD/SMP/SMU) atau sekolah agama yang tidak di Pesantren (MI/MTs/MA), dengan materi Aqidah/Tauhidullah, Fiqih, Siroh, Tahsin Al-Qur`an, Hadits & Bahasa Arab.

n Program Mediu (program pendidikan guru bertaraf internasional, cabang dari Malaysia dan Madinah Al Munawaroh) 4 tahun

Kurikulum yang di formula untuk mencetak para kader guru dan pendakwah yang akan ditempatkan di pesantren-pesantren yang ada di Indonesia. Kurikulum ini mengacu pada apa yang diajarkan di Universitas Islam Madinah dan Universitas Antar Bangsa di Malaysia dengan Native Speaker dari Madinah Al-Munawwaroh, melalui perangkat multi media seperti Teleconference.

Sumber:

CARA PRAKTIS MENGHAFAL AL QURAN

( باللغة الإندونيسية )
Disusun Oleh:
Dr. Abdul Muhsin Al Qasim (Imam dan Khatib masjid Nabawi)

Segala puji Bagi Allah Rabb semesta alam, shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad SAW. Dalam tulisan ini akan kami kemukakan cara termudah untuk menghafalkan al quran. Keistimewaan teori ini adalah kuatnya hafalan yang akan diperoleh seseorang disertai cepatnya waktu yang ditempuh untuk mengkhatamkan al-Quran. Teori ini sangat mudah untuk di praktekan dan insya Allah akan sangat membantu bagi siapa saja yang ingin menghafalnya. Disini akan kami bawakan contoh praktis dalam mempraktekkannya.

Misalnya saja jika anda ingin menghafalkan surat an-nisa, maka anda bisa mengikuti teori berikut ini:
1- Bacalah ayat pertama 20 kali:
يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَآءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا {1}
2- Bacalah ayat kedua 20 kali:
وَءَاتُوا الْيَتَامَى أَمْوَالَهُمْ وَلاَتَتَبَدَّلُوا الْخَبِيثَ بِالطَّيِّبِ وَلاَتَأْكُلُوا أَمْوَالَهُمْ إِلَى أَمْوَالِكُمْ إِنَّهُ كَانَ حُوبًا كَبِيرًا {2}
3- Bacalah ayat ketiga 20 kali:
وَإِنْ خِفْتُمْ أّلاَّتُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَى فَانكِحُوا مَاطَابَ لَكُم مِّنَ النِّسَآءِ مَثْنَى وَثُلاَثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَامَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلاَّتَعُولُوا {3}
4- Bacalah ayat keempat 20 kali:
وَءَاتُوا النِّسَآءَ صَدُقَاتِهِنَّ نِحْلَةً فَإِن طِبْنَ لَكُمْ عَن شَىْءٍ مِّنْهُ نَفَسًا فَكُلُوهُ هَنِيئًا مَّرِيئًا {4}
5- Kemudian membaca 4 ayat diatas dari awal hingga akhir menggabungkannya sebanyak 20 kali.
6- Bacalah ayat kelima 20 kali:
وَلاَتُؤْتُوا السُّفَهَآءَ أَمْوَالَكُمُ الَّتِي جَعَلَ اللهُ لَكُمْ قِيَامًا وَارْزُقُوهُمْ فِيهَا وَاكْسُوهُمْ وَقُولُوا لَهُمْ قَوْلاً مَّعْرُوفًا {5}
7- Bacalah ayat keenam 20 kali:
وَابْتَلُوا الْيَتَامَى حَتَّى إِذَابَلَغُوا النِّكَاحَ فَإِنْ ءَانَسْتُم مِّنْهُمْ رُشْدًا فَادْفَعُوا إِلَيْهِمْ أَمْوَالَهُمْ وَلاَتَأْكُلُوهَآ إِسْرَافًا وَبِدَارًا أَن يَكْبَرُوا وَمَن كَانَ غَنِيًّا فَلْيَسْتَعْفِفْوَمَن كَانَ فَقِيرًا فَلْيَأْكُلْ بِالْمَعْرُوفِ فَإِذَا دَفَعْتُمْ إِلَيْهِمْ أَمْوَالَهُمْ فَأَشْهَدُوا عَلَيْهِمْ وَكَفَى بِاللهِ حَسِيبًا {6}
8- Bacalah ayat ketujuh 20 kali:
لِّلرِّجَالِ نَصِيبُُ مِّمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَاْلأَقْرَبُونَ وَلِلنِّسَآءِ نَصِيبُُ مِّمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَاْلأَقْرَبُونَ مِمَّا قَلَّ مِنْهُ أَوْ كَثُرَ نَصِيبًا مَّفْرُوضًا {7}
9- Bacalah ayat kedelapan 20 kali:
وَإِذَا حَضَرَ الْقِسْمَةَ أُوْلُوا الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينَ فَارْزُقُوهُم مِّنْهُ وَقُولُوا لَهُمْ قَوْلاً مَّعْرُوفًا {8}
10- Kemudian membaca ayat ke 5 hingga ayat ke 8 untuk menggabungkannya sebanyak 20 kali.
11- Bacalah ayat ke 1 hingga ayat ke 8 sebanyak 20 kali untuk memantapkan hafalannya.

Demikian seterusnya hingga selesai seluruh al Quran, dan jangan sampai menghafal dalam sehari lebih dari seperdelapan juz, agar tidak berat bagi anda untuk mengulang dan menjaganya.

- BAGAIMANA CARA MENAMBAH HAFALAN PADA HARI BERIKUTNYA?
Jika anda ingin menambah hafalan baru pada hari berikutnya, maka sebelum menambah dengan hafalan baru, maka anda harus membaca hafalan lama dari ayat pertama hingga terakhir sebanyak 20 kali juga hal ini supaya hafalan tersebut kokoh dan kuat dalam ingatan anda, kemudian anda memulai hafalan baru dengan cara yang sama seperti yang anda lakukan ketika menghafal ayat-ayat sebelumnya.

- BAGIMANA CARA MENGGABUNG ANTARA MENGULANG (MURAJA'AH) DAN MENAMBAH HAFALAN BARU?
Jangan sekali-kali anda menambah hafalan tanpa mengulang hafalan yang sudah ada sebelumya, karena jika anda menghafal al quran terus-menerus tanpa mengulangnya terlebih dahulu hingga bisa menyelesaikan semua al quran, kemudian anda ingin mengulangnya dari awal niscaya hal itu akan terasa berat sekali, karena secara tidak disadari anda akan banyak kehilangan hafalan yang pernah dihafal dan seolah-olah menghafal dari nol, oleh karena itu cara yang paling baik dalam meghafal al quran adalah dengan mengumpulkan antara murajaah (mengulang) dan menambah hafalan baru. Anda bisa membagi seluruh mushaf menjadi tiga bagian, setiap 10 juz menjadi satu bagian, jika anda dalam sehari menghafal satu halaman maka ulangilah dalam sehari empat halaman yang telah dihafal sebelumnya hingga anda dapat menyelesaikan sepuluh juz, jika anda telah menyelesaikan sepuluh juz maka berhentilah selama satu bulan penuh untuk mengulang yang telah dihafal dengan cara setiap hari anda mengulang sebanyak delapan halaman.
Setelah satu bulan anda mengulang hafalan, anda mulai kembali dengan menghafal hafalan baru sebanyak satu atau dua lembar tergantung kemampuan, dan mengulang setiap harinya 8 halaman sehingga anda bisa menyelesaikan 20 juz, jika anda telah menghafal 20 juz maka berhentilah menghafal selama 2 bulan untuk mengulang, setiap hari anda harus mengulang 8 halaman, jika sudah mengulang selama dua bulan, maka mulailah menghafal kembali setiap harinya satu atau dua halaman tergantung kemampuan dan setiap harinya mengulang apa yang telah dihafal sebanyak 8 lembar, hingga anda bisa menyelesaikan seluruh al-qur an.
Jika anda telah menyelesaikan 30 juz, ulangilah 10 juz pertama secara tersendiri selama satu bulan setiap harinya setengah juz, kemudian pindahlah ke 10 juz berikutnya juga setiap harinya diulang setengah juz ditambah 8 halaman dari sepuluh juz pertama, kemudian pindahlah untuk mengulang sepuluh juz terakhir dengan cara yang hampir sama, yaitu setiap harinya mengulang setengah juz ditambah 8 halaman dari 10 juz pertama dan 8 halaman dari 10 juz kedua.

- BAGAIMANA CARA MENGULANG AL-QURAN (30 JUZ) SETELAH MENYELESAIKAN MURAJAAH DI ATAS?
Mulailah mengulang al-qur an secara keseluruhan dengan cara setiap harinya mengulang 2 juz, dengan mengulangnya 3 kali dalam sehari, dengan demikian maka anda akan bisa mengkhatamkan al-Quran setiap dua minggu sekali.
Dengan cara ini maka dalam jangka satu tahun insya Allah anda telah mutqin (kokoh) dalam menghafal al qur an, dan lakukanlah cara ini selama satu tahun.

- APA YANG DILAKUKAN SETELAH MENGHAFAL AL QUR AN SELAMA SATU TAHUN?
Setelah menguasai hafalan dan mengulangnya dengan itqan (mantap) selama satu tahun, jadikanlah al qur an sebagai wirid harian anda hingga akhir hayat, karena itulah yang dilakukan oleh Nabi semasa hidupnya, beliau membagi al qur an menjadi tujuh bagian dan setiap harinya beliau mengulang setiap bagian tersebut, sehingga beliau mengkhatamkan al-quran setiap 7 hari sekali.
Aus bin Huzaifah rahimahullah; aku bertanya kepada para sahabat Rasulullah bagaimana cara mereka membagi al qur an untuk dijadikan wirid harian? Mereka menjawab: "kami kelompokan menjadi 3 surat, 5 surat, 7 surat, 9 surat, 11 surat, dan wirid mufashal dari surat qaaf hingga khatam (al Qur an)". (HR. Ahmad).
Jadi mereka membagi wiridnya sebagai berikut:
- Hari pertama: membaca surat "al fatihah" hingga akhir surat "an-nisa",
- Hari kedua: dari surat "al maidah" hingga akhir surat "at-taubah",
- Hari ketiga: dari surat "yunus" hingga akhir surat "an-nahl",
- Hari keempat: dari surat "al isra" hingga akhir surat "al furqan",
- Hari kelima: dari surat "asy syu'ara" hingga akhir surat "yaasin",
- Hari keenam: dari surat "ash-shafat" hingga akhir surat "al hujurat",
- Hari ketujuh: dari surat "qaaf" hingga akhir surat "an-naas".
Para ulama menyingkat wirid nabi dengan al-Qur an menjadi kata: " Fami bisyauqin ( فمي بشوق )", dari masing-masing huruf tersebut menjadi symbol dari surat yang dijadikan wirid Nabi pada setiap harinya maka:
- huruf "fa" symbol dari surat "al fatihah", sebagai awal wirid beliau hari pertama,
- huruf "mim" symbol dari surat "al maidah", sebagai awal wirid beliau hari kedua,
- huruf "ya" symbol dari surat "yunus", sebagai wirid beliau hari ketiga,
- huruf "ba" symbol dari surat "bani israil (nama lain dari surat al isra)", sebagai wirid beliau hari keempat,
- huruf "syin" symbol dari surat"asy syu'ara", sebagai awal wirid beliau hari kelima,
- huruf "wau" symbol dari surat "wa shafaat", sebagai awal wirid beliau hari keenam,
- huruf "qaaf" symbol dari surat "qaaf", sebagai awal wirid beliau hari ketujuh hingga akhir surat "an-nas".
Adapun pembagian hizib yang ada pada al-qur an sekarang ini tidak lain adalah buatan Hajjaj bin Yusuf.

- BAGAIMANA CARA MEMBEDAKAN ANTARA BACAAN YANG MUTASYABIH (MIRIP) DALAM AL-QUR AN?
Cara terbaik untuk membedakan antara bacaan yang hampir sama (mutasyabih) adalah dengan cara membuka mushaf lalu bandingkan antara kedua ayat tersebut dan cermatilah perbedaan antara keduanya, kemudian buatlah tanda yang bisa untuk membedakan antara keduanya, dan ketika anda melakukan murajaah hafalan perhatikan perbedaan tersebut dan ulangilah secara terus menerus sehingga anda bisa mengingatnya dengan baik dan hafalan anda menjadi kuat (mutqin).

- KAIDAH DAN KETENTUAN MENGHAFAL:
1- Anda harus menghafal melalui seorang guru atau syekh yang bisa membenarkan bacaan anda jika salah.
2- Hafalkanlah setiap hari sebanyak 2 halaman, 1 halaman setelah subuh dan 1 halaman setelah ashar atau maghrib, dengan cara ini insya Allah anda akan bisa menghafal al-qur an secara mutqin dalam kurun waktu satu tahun, akan tetapi jika anda memperbanyak kapasitas hafalan setiap harinya maka anda akan sulit untuk menjaga dan memantapkannya, sehingga hafalan anda akan menjadi lemah dan banyak yang dilupakan.
3- Hafalkanlah mulai dari surat an-nas hingga surat al baqarah (membalik urutan al Qur an), karena hal itu lebih mudah.
4- Dalam menghafal hendaknya menggunakan satu mushaf tertentu baik dalam cetakan maupun bentuknya, hal itu agar lebih mudah untuk menguatkan hafalan dan agar lebih mudah mengingat setiap ayatnya serta permulaan dan akhir setiap halamannya.
5- Setiap yang menghafalkan al-quran pada 2 tahun pertama biasanya akan mudah hilang apa yang telah ia hafalkan, masa ini disebut masa "tajmi'" (pengumpulan hafalan), maka jangan bersedih karena sulitnya mengulang atau banyak kelirunya dalam hafalan, ini merupakan masa cobaan bagi para penghafal al-qur an, dan ini adalah masa yang rentan dan bisa menjadi pintu syetan untuk menggoda dan berusaha untuk menghentikan dari menghafal, maka jangan pedulikan godaannya dan teruslah menghafal, karena meghafal al-quran merupakan harta yang sangat berharga dan tidak tidak diberikan kecuali kepada orang yang dikaruniai Allah swt, akhirnya kita memohon kepada-Nya agar termasuk menjadi hamba-hamba- Nya yang diberi taufiq untuk menghafal dan mengamalkan kitabNya dan mengikuti sunnah nabi-Nya dalam kehidupan yang fana ini. Amin ya rabal 'alamin.

sumber:

Rama Tour & Travel

Menyelenggarakan Umroh dan Haji Khusus bermanhaj Ahlussunnah Wal Jamaah
Pembimbing Syar'i: Ustadz Abu Ahmad Zaenal Abidin

Office:
Jln. Ki Mangun Sarkoro No. 29B - Bekasi
Telp/Fax: (021) 8835 9641
(021) 9322 8033
SMS : 0813 1716 7173

Keutamaan Para Sahabat

Ustadz Luthfi Umar Bahfi, 7 Juni 2008
Kajian Sabtu, Masjid al-Iman
Dukuh Zamrud – KotaLegenda - Bekasi

- Memberikan nasihat adalah kewajiban bagi seorang muslim ketika diminta.
- Para ulama mendapatkan ilmu dengan susah payah. Sebagaimana Imam Syafii melakukan perjalanan selama 3 hari 3 malam dari Iraq ke Syam untuk mendapatkan satu hadits.
- Mengenal sahabat merupakan sesuatu yang wajib, bukan sunnah.
- Diantara keutamaan mengenal sahabat adalah dengan mengenal atsar para sahabat, karena atsar mereka tidak lepas dari atsar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Diantara nash Al Qur’an yang menyebutkan tentang keutamaan sahabat adalah:

01.
Al Fath 18 : ‘Sesungguhnya Allah Telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon , Maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya) ’.

- Ridho merupakan sifat Allah yang terdahulu, maka Allah tidak mungkin ridho kepada seorang hamba, melainkan Dia pasti tahu bahwa hamba-Nya tahu untuk menempuh jalan keridhoan dan tidak akan mungkin Dia murka kepada hamba tersebut sampai akhir hayatnya. Semua yang dikabarkan oleh Allah, bahwa Allah ridho kepadanya maka pasti ia adalah ahli surga.

02.
At Taubah 100 : ‘Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar’.

- Kalau Allah telah mengkabarkan kepada kita bahwa Allah ridho kepada mereka dan menurunkan sakinah kepada mereka, maka tidak halal bagi seseorang untuk tawakuf/diam (tidak mau memuji dan mencela, atau meragukan) kepada para sahabat.
- Hal ini menunjukkan wajibnya mengikuti jejak para sahabat.

03.
Al Fath 29. ‘Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud . Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya Maka tunas itu menjadikan tanaman itu Kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya Karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar’.

- Orang Nashrani jika melihat sahabat, mereka mengatakan bahwa mereka lebih baik dari Hawariyyun, mereka adalah umat-umat yang paling besar yang telah tercatat dalam kitab Zabur, Taurat dan Injil.
- Ibnu Jauzi, sifat yang diberikan di dalam Al Fath 29 diberikan kepada sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam secara keseluruhan.

04.
At Taubah 117. ‘Sesungguhnya Allah Telah menerima Taubat nabi, orang-orang muhajirin dan orang-orang anshar yang mengikuti nabi dalam masa kesulitan, setelah hati segolongan dari mereka hampir berpaling, Kemudian Allah menerima Taubat mereka itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada mereka’

- Abdurrahman bin Auf berkata, ketika ayat ini turun sehubungan dengan kasus Ka’ab bin Malik, maka beliau berkata, janganlah mencela para sahabat, karena jika kalian menginfaqkan dengan emas sebesar gunung uhud, maka tidak sepadan dengan setengah mud dari amal mereka.
- Imam Ahmad : sahabat adalah seluruh yang menemani Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, baik dalam jangka waktu 1 tahun, 1 bulan, 1 hari atau hanya melihatnya meski sesaat, dia dalam keadaan beriman maka dia termasuk sahabat. Namun jika dia kufur setelah wafatnya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, maka dia bukan sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
- Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan kepada Umar ketika Perang Badar, ‘Maka apa yang engkau inginkan wahai Umar, semoga Allah berikan apa yang diinginkan oleh ahli (orang yang ikut dalam Perang) Badar. Beramallah kalian, apa yang kalian inginkan, sungguh Allah telah mengampuni dosa kalian’.

Ushul Sunnah point 26 : Sebaik-baik ummat setelah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah Abu Bakar, kemudian Umar, Utsman, Ali kemudian Ahlus Syura’ …………., yang semuanya menjadi khalifah dan imam, kemudian Ahli Badar, kemudian kaum Muhajirin yang lain dan kaum Anshar.


Diantara Atsar yang menyebutkan keutamaan sahabat :

- Atsar 01: Bahwa sahabat bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, yang ingin mencela sahabat yang lain. Maka beliau bersabda, ‘Barangsiapa yang mencela sahabatku, maka malaikat akan melaknatnya, manusia akan melaknatnya’.
- Atsar 02: dari Mu’adz bin Jabar, ‘Sholatlah di belakang para sahabat, dan janganlah engkau mencela sahabatku’
- Atsar 03: ‘Barangsiapa yang memelihara sahabatku maka kelak aku akan menjaganya di Akhirat. Barangsiapa mencela sahabatku maka dia akan dicela oleh Allah’.
- Atsar 04: dari Ibnu Umar (Abdullah bin Umar) : ‘Janganlah kalian mencela sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, berdirinya dia sesaat bertemu dengan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam lebih baik dari amal kamu seluruhnya (dalam riwayat lain : lebih utama dari ibadah kalian selama 40 tahun)’
Diantara mereka yang mencela sahabat adalah : Mu’tazilah, Khawarij, Rafidhah.
- Atsar 05: dari Abdurrazaq, ‘Perumpamaan sahabatku diantara manusia seperti garam dalam makanan’
- Atsar 06: dari Ali bin Abu Thalib ditanya, sebaik-baik umat setelah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam? Mereka adalah Abu Bakar dan Umar bin Khatthab.

DIANTARA KEUTAMAAN ABU BAKAR:

- Pernah seorang sahabat meminta izin kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, kemudian beliau bersabda, ‘Minta izinlah kepada Abu Bakar, dan katakanlah bahwa ia adalah ahli surga’
- Tidak ada harta yang sangat bermanfaat untukku, kecuali harta yang diberikan melalui Abu Bakar Ash Shiddiq. Dia pernah memerdekakan budak diantaranya adalah Bilal bin Rabbah.
- Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, ‘Penuhilah seluruh pintu-pintu masjid kecuali pintu Abu Bakar’
- Tidaklah aku mendahulukan dari sesuatu kecuali aku dahulukan Abu Bakar Ash Shiddiq.
- Setiap memasuki masjid, selalu didampingi di sisi kanan oleh Abu Bakar dan sebelah kiri Umar bin Khattab. Beliau bersabda, ‘Beginilah kedudukanku di surga (didampingi oleh kedua sahabat tersebut)’.
- Siapa yang pagi hari ini berpuasa? Abu Bakar menjawab, ‘Saya ya Rasulullah!’. Siapa yang memberikan shadaqah kepada fakir miskin hari ini? Abu Bakar menjawab, ‘Saya ya Rasulullah!’. Siapa yang mengunjungi saudaranya yang sakit hari ini? Abu Bakar menjawab, ‘Saya ya Rasulullah!’. Siapa yang mengiringi jenazah saudaranya hari ini? Abu Bakar menjawab, ‘Saya ya Rasulullah!’. Tidaklah sifat ini melekat melainkan kepada Ahli Surga.
- Ibnu Usam (?), ‘Barangsiapa yang bodoh tentang keutamaan Abu Bakar dan Umar, maka ia telah bodoh terhadap sunnah’. Andaikata tidak ada Abu Bakar, niscaya Islam ini akan hancur.
- Tidaklah Allah bangkitkan setiap Nabi, melainkan Allah akan berikan utusan kepada penghuni langit dan penghuni kubur. Utusan penghuni langit adalah Jibril dan Mikail, dan utusan penghuni kubur adalah Abu Bakar Shiddiq dan Umar bin Khattab.

LIST DOKTER KANDUNGAN PEREMPUAN

Beberapa Dokter Kandungan Wanita yang berada di beberapa rumahsakit Jakarta, Bekasi, Bogor, Depok, Tangerang, Cibinong, Cikarang,Bandung, Serang, dan Gresik sebagai berikut:

dr Puji Ichtiarti RS Hermina Bekasi Barat dan RS Hermina Jatinegara
dr Yenny Julizir Rs.Anna Bekasi (Suaminya dr. Anak dan sebagai pemilik RS. ANNA)
dr. Susi RS Rawamangun
dr. Lidya Liliana RS. Mitra Bekasi Barat
dr. Lina Meilina Pujiastuti SpOG RS Mitra Keluarga Bekasi Barat
dr. Jenny Anggraeni RSIA Hermina Bekasi
dr. Nina Martini Somad RSIA Hermina Bekasi
Hj. Lina Meilina Spog RS Mitra keluarga Bekasi Barat
dr. Sri Redjeki - RS Hermina, Klinik Bella, Klinik Alifia Perumnas III Bulak Kapal
Bekasi
dr. Koesmaryati - Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Timur (Muslimah)
dr. Ariati RS. siloam cikarang
dr Santi (Marlisanti kalau gak salah) RS JMC Buncit Raya
dr Husna RS OMC Pulomas
dr Ramayanti RSIA Putra Dalima , BSD Serpong
dr Hasna, dr.. (bisa dicek di website harapan kita) RS harapan kita
dr. Lita Lilik RS Mitra International jatinegara
dr Dwiyana Ocviayanti (Ocvi) RS Permata Cibubur
dr. Sri Lestari Praktek di RS International Bintaro dan RS Fatmawati.
dr. Rudiyanti RS International Bintaro. Praktek setiap hari 10:00-13:00 di RSIB.
dr. Wenny Ningsih RS.Honoris Tangerang (Perum Tmn modern Tangerang, dkt Metropolitan
Town Square )
dr. Lucky Syafitri RSIA Eva Sari di Jl Rawa Mangun (Pramuka) Jak Pus dan RS Thamrin
JakPus
dr. Suharyanti, Spog Praktek di RS. MMC dan RS Hermina Jatinegara
dr. Mutia Prayanti RS Hermina Depok
dr. Nelwati RS Hermina Depok
dr. Tazkiroh RS ISLAM JAKARTA, Jl. Cempaka putih Tengah I/1 Jakarta Pusat, Telp.
(021) 4250451 - 42801567 (hunting) Fax. (021) 4206681
dr. Suharni Kahar, SpOG
dr. Isnariani, SpOG
dr. Hasnah Siregar RSIA Hermina Jatinegara
dr. Roslina Spog RSIA Trimitra Cibinong Jalan Raya Bogor, 1km selatan dari Matahari
Cibinong
dr. SUSAN MELINDA RSB.Limijati Bandung Jl RE Martadinata atau di Melinda Hospital ,
Bandung Jl Pajajaran
dr. Sofie Kimia Farma Jl Juanda Bandung
dr. Dewi S Gaduh Hermina
dr. Laila Nurana SPOG Medistra dan Bunda
dr. Nana Agustina RS Bersalin Siaga Dua, Pejaten Barat
dr. Zanibar Aldy RS Malahayati Medan
dr. Ida Farida, SpOG RS Kramat 128 Jakpus dan RS Satyanegara, Sunter

Lain-lain:
dr. Liana Herlinda, RSIA Budi Asih, Serang, Banten
dr. Dian Agami Islam (RS.Aisyiyah - Gresik)
2. dr. Maya (Rumah Bersalin Rahmi Dewi)
Sumbangan email dari:
emmy_atmahadi@yahoo.com
abu_usamah13@plasa.com
Terimakasih Ukhti,

Informasi penerimaan santri baru

معهد الإمام البخاري
لتعليم القرآن والسنة على نهج سلف الأمة

INFORMASI PENERIMAAN SANTRI BARU
PONDOK PESANTREN IMAM BUKHARI
TAHUN PELAJARAN 2008-2009


Tujuan : Membentuk Generasi Thalibul Ilmi Yang Bermanhaj Salaf dalam Beraqidah, Beribadah, Berakhlak, Bermuamalah, dan Berdakwah.

Visi : Menjadi Lembaga Pendidikan dan Dakwah Islam Bermanhaj Salaf yang Unggul dan Amanah.

Misi : Mengemban Risalah Dakwah Melalui Jalur Lembaga Kaderisasi Ilmiah Berbentuk Pondok Pesantren yang Bermanhaj Salaf

Sekretariat : Jl. Raya Solo – Purwodadi Km. 8 Selokaton Gondangrejo Karanganyar 57183 Solo. Telp. (0271) 858199 Fax. (0271) 858196, HP 081393099045, 081329776541.

http://www.bukhari.or.id/
E.mail: pondok@bukhari.or.idAlamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya

MUQODDIMAH

الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على المبعوث رحمة للعالمين وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين ، وبعد،

Allah 'Azza wa jalla berfirman :

وَالسَّابِقُونَ اْلأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَاْلأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا اْلأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ {التوبة:١٠٠}
Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar. (QS. At-Taubah : 100)

Pada saat ini, lahirnya generasi yang benar-benar bertakwa dan kuat ilmunya terhadap al-Qur'an dan Sunnah sesuai dengan pemahaman Salafus Shalih, merupakan keniscayaan. Sebab merekalah yang kelak diharapkan akan membimbing serta mengarahkan ummat menuju kehidupan yang bersih, takwa dan islami sesuai dengan manhaj Ahlu Sunnah wal Jama'ah.

Maka untuk maksud itulah, Pondok Pesantren Imam Bukhari memberikan kesempatan kepada para orang tua, memasukkan putra-putrinya untuk dibimbing dan dididik mempelajari dienul Islam secara benar dengan manhaj Ahlu Sunnah wal Jama'ah.

Pondok Pesantren Imam Bukhari menerapkan pola pendidikan Islam yang bertitik tekan pada tasfiyah dan tarbiyah, tasfiyah berarti memurnikan ajaran Islam dari segala noda syirik, bid'ah, khurafat, gerakan-gerakan dan pemikiran-pemikiran yang merusak Islam. Tarbiyah berarti mendidik kaum muslimin menjadi terbiasa mengamalkan ajaran-ajaran Islam yang sudah dipahami secara benar.

Hafalan Qur'an adalah Program Unggulan Pondok Pesantren Imam Bukhari yang diterapkan di program Ibtida'iyyah Tahfidzul Qur'an. Diharapkan santri mempu menghafal 30 juz al-Qur'an selama 6 tahun.

Penguasaan terhadap ilmu-ilmu pokok agama islam seperti Aqidah, Fiqih, Hadits, Tafsir dan ilmu-ilmu alat lainnya, juga merupakan program yang sangat ditekankan.

Disamping itu juga memberikan kesempatan kepada setiap santri untuk mendapatkan ijasah pemerintah dengan menjalin kerja sama dengan Diknas melalui Program Pendidikan Kesetaraan, sehingga santri mendapat peluang untuk melanjutkan belajar pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi.


Program Pendidikan :

1. Program Ibtidaiyah Tahfidzul Qur'an (Setingkat SD) 6 tahun Putra dan Putri (terpisah)

2. Program Mutawasithah (setingkat SLTP) berlanjut Tsanawiyah (setingkat SMU) 6 Tahun Putra dan Putri (terpisah)

3. Program Tsanawiyah (setingkat SMU Lanjutan dari Mutawasithah) Putra dan Putri (terpisah)

4. Progam I'dad Lughawi 1 tahun Putra dan Putri (terpisah)

5. Program I'dad Muhafidz Putra dan Putri (terpisah) GRATIS

Informasi lebih lanjut hubungi :

Telp. : 0271-858199, HP 081393099045, 081329776541

Fax. : 0271-858196

Web site : http://www.bukhari.or.id

e-mail : ppsbppib@yahoo.comAlamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya / pondok@bukhari.or.idAlamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya